**Banjir Bandang di Nepal dan China Dorong Kemlu RI Lakukan Koordinasi untuk Pastikan Keamanan WNI Pendaki Himalaya**
Banjir bandang yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan China menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga Indonesia yang sedang mendaki gunung di kawasan Himalaya. Menyadari potensi risiko tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera menjalin komunikasi intensif dengan agen‑agen perjalanan serta otoritas pemerintah Nepal. Tujuannya adalah mengidentifikasi apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di jalur pendakian pada saat bencana terjadi.
Koordinasi tersebut mencakup pertukaran data real‑time mengenai lokasi, jumlah, serta kondisi kesehatan para pendaki Indonesia. Pihak Kemlu juga menyiapkan prosedur evakuasi darurat, termasuk penyiapan tim bantuan, transportasi medis, dan jalur evakuasi alternatif bila diperlukan. Pemerintah Nepal, yang memiliki pengalaman dalam menangani bencana alam, memberikan dukungan logistik dan informasi terkini tentang perkembangan banjir serta area yang terdampak.
Sementara itu, agen‑agen perjalanan yang mengatur paket pendakian Himalaya diminta untuk terus memantau situasi dan melaporkan setiap perubahan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kathmandu. WNI yang berada di zona berbahaya diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan siap untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Kemlu menegaskan komitmennya untuk melindungi warga Indonesia di luar negeri, terutama dalam situasi darurat seperti ini.