Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi terkait pilihannya dalam berkendara dinas. Ia berencana menggunakan jet mewah pemberian dari pemerintah Qatar untuk melakukan kunjungan kerja ke Irlandia pada akhir bulan ini, di mana pesawat tersebut akan secara khusus difungsikan sebagai Air Force One.

Langkah tersebut dinilai mengabaikan protokol keselamatan dan keamanan ketat yang selama ini melekat pada armada resmi kepresidenan AS. Keputusan untuk menerbangkan pesawat hibah dari negara asing guna mengangkut seorang kepala negara dianggap riskan dan berpotensi menimbulkan celah bahaya bagi keamanan presiden.

Meskipun mendapat sorotan tajam terkait aspek keselamatan dan implikasi politiknya, rencana penggunaan jet mewah tersebut tetap berjalan menuju jadwal keberangkatan akhir bulan. Kunjungan Trump ke Irlandia ini diprediksi akan terus menuai kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan kepatuhan terhadap standar keamanan penerbangan kepresidenan.